Sunday, November 14, 2004
Saturday, November 13, 2004
hidup adalah pilihan
HIDUP ADALAH PILIHAN
Memilih untuk bahagia atau untuk sengsara.
Memilih untuk dipulihkan atau untuk menyimpan
kepahitan.
Memilih untuk mengampuni atau untuk
mendendam.
Hidup adalah masalah pilihan.
Kebahagiaan semu bisa kamu dapatkan,
yang sejati tak jauh dari jangkauan.
Cinta kasih juga bisa kamu miliki, namun
dendam dan amarah juga bisa kamu alami.
Persahabatan nan indah bukan impian,
pengkhianatan dan kepahitan mungkin kamu
dapati.
Hidup adalah masalah pilihan.
Mengenai bagaimana kamu menjalani hidup.
Mengenai bagaimana kamu menghabiskan
seluruh waktu.
Mengenai bagaimana kamu mencapai impian.
Dan mengenai bagaimana Anda memandang
kehidupan.
Ada orang yang menganggap kehidupan sebagai
angin yang berhembus.
Banyak yang datang dan banyak yang pergi.
Tak dapat ditebak dan tak dapat diselami.
Ada pula yang menganggap kehidupan sebagai
medan peperangan.
Di mana ia harus berjuang tanpa henti.
Tanpa kedamaian di hati.
Sementara yang lain menganggap kehidupan
sebagai kutuk dari Yang Mahakuasa.
Hidup tak lagi berarti bagi dirinya.
Ratap tak pernah jauh dari mulutnya.
Air mata mengalir siang dan malam sebab
hanyalah duka nestapa yang ada.
Namun....
Orang yang berbahagia menganggap kehidupan
sebagai
suatu emas yang mulia.
Harta nan sangat berharga.
Anugrah Ilahi yang tak tertandingi.
Dijalaninya hidup, dengan asa dan impian.
Berjalan dalam jalan Sang Pencipta.
Berserah sepenuhnya.
Melangkah setapak demi setapak.
Sampai didapatinya mahkota kemuliannya.
Hidup adalah masalah pilihan.
Yang manakah yang kamu pilih?
Tanyalah pada diri sendiri.
Dan jalanilah hidup kamu.....
Monday, November 08, 2004
Thursday, November 04, 2004
Nda....
saat hati diketuk...
terkadang kita enggan untuk menyambutnya
kemudian, rasa penasaran lunturkan semua
saat hati terbuka...
mulailah ia berdansa mengikuti irama
flopping n poppin...nge-beat di saat tak terduga
dan...lalu menurun melow...
memaksa kita mengusirnya pergi...
saat hati menutup...
irama itu sayup-sayup menghilang
tenggelam dan terpuruk
meninggalkan sejuta tanya
nyata atau semu???
tertinggal hanya asa kembali mendengar ketuk
itu... .dinda.
terkadang kita enggan untuk menyambutnya
kemudian, rasa penasaran lunturkan semua
saat hati terbuka...
mulailah ia berdansa mengikuti irama
flopping n poppin...nge-beat di saat tak terduga
dan...lalu menurun melow...
memaksa kita mengusirnya pergi...
saat hati menutup...
irama itu sayup-sayup menghilang
tenggelam dan terpuruk
meninggalkan sejuta tanya
nyata atau semu???
tertinggal hanya asa kembali mendengar ketuk
itu... .dinda.
Subscribe to:
Posts (Atom)
